Senin, 21 Mei 2018

Day5 Level11

Assalamualikum wr wb

Berikut saya review diskusi kelompok 5 kelas bunda sayang level 11.

Perkenalkan kami dari kelompok 5 yang beranggotakan

@firsty
@⁨•Dina Adillah Hanifah•⁩
@⁨Dwi RRA⁩
@⁨Tresna Cahya⁩

Akan menyajikan materi diskusi yang berjudul "pengaruh media digital terhadap firtah seksualitas anak"

Perkembangan teknologi digital kian hari makin cepat, di satu sisi teknologi digital ini banyak membuka peluang baru dan memudahkan aktivitas kita sehari-hari.

Di sisi lain, ada juga dampak negatif yang dibawa oleh pesatnya perkembangan teknologi digital, termasuk terhadap perkembangan fitrah seksualitas anak-anak kita.

(Materi)




TANYA JAWAB

1⃣ Fara
Kalo begitu, usia berapa anak anak, diperbolehkan mempunyai perangkat genggam sendiri?
Berkaitan dengan antar jemput sekolah, mencari tugas sekolah via google dkk
Jawab :

Terima kasih untuk pertanyaannya mba fara. 😊
Untuk kepemilikan gadget sendiri menurut kelompok kami, yang mengacu pada buku abah ihsan, anak2 baru boleh memiliki gadget berupa smartphone sendiri di umur 17tahun.
sedangkan untuk keperluan tugas sekolah dll bisa pinjam gadget ortunya dulu. selain itu, penggunaan search engine kiddle.co  juga disarankan..

monggo teman2 kelompok 5 yang ingin menambahkan πŸ™πŸ»
Sedikit menambahkan. Setiap keluarga mungkin punya kebutuhan berbeda. Yg penting ketika sudah punya gadget sendiri harus ada kesepakatan antara orang tua dgn anak

Misalnya: pemakaian gadget hanya boleh di ruang bersama ga boleh sembunyi sembunyi, untuk akun medsos yang dimiliki anak, apakah ortu boleh mengintip atau bolehkah meminta friend rikues, brp jam yg boleh dipakai main gadget, dsb


2⃣ Mba Dilla
di satu sisi kita pengen yah membatasi masalah gadget ini, tp gak semua ortu kayak kita.
Kmrn ada ibu2 yg curhat anaknya dianggap kuper dan gak asik krn gak main game.
Oleh krn itu si anak tsb melipir k e perpus setiap jam istirahat, makin lah si anak dicap gak asik sm temen2nya...
Kalo kya gini, simalakama gak sih?
Jawab :

Maksudnya simalakama karena si anak tdk bisa bergaul dengan teman nya? Justru dalam kasus ini, values keluarga sudah tertanam di diri anak, sehingga dia tdk ikut dengan lingkungan.. Tentu banyak kesempatan bergaul yg lain yg sesuai dgn values yg ia pegang
Menambahkan dari mbak tresna
Apakah anaknya yang memilih sendiri seperti itu mbak?
Kalau anaknya yang memang sudah faham dan memilih sendiri bagaimana dia menyikapi tentang masalah gadget ini tentu kita tidak perlu khawatir.
Pendapat orang boleh didengarkan sebagai masukan. Tapi kita yang menentukan pilihan terbaik yang mana untuk anak
Games jg tdk selamanya harus dihindari, ada games edukatif yang bisa anak pilih. Banyak media digital yg positif juga utk anak, tinggal bagaimana ortu memandu anak agar bs memilih

3⃣ ika
Jika anak usia 1-5 tahun tidak dibatasi, dampaknya seperti apa mba?

Lalu bagaimana step pertama jika anak usia tsb sudah ketagihan?

Jawab :
Untuk anak sekitar usia 1-5 tahun akan kekurangan aktivitas fisik dalam segala hal. Anak2 akan lebih memilih menghabiskan waktu dengan gadget dibanding bermain diluar atau beraktivitas bersama teman2nya.
Ini juga berpengaruh pada fine motorik skillnya karena kurang terstimulasi, anak bisa speech delay juga. Ketika sudah kecanduan waktu makan juga bisa sambil pegang hp, makan tidak terkontrol bisa ke obesitas. Anak yang banyak bermain games melebihi waktu yang ditetapkan bisa juga mempengaruhi kualitas tidur dan yang lebih jauh lagi masalah kesehatan mental anak

Step-stepnya, kurangi dulu waktunya jangan sekaligus dipisahkan. Dan bisa dicarikan aktivitas alternatif menarik lain untuk anak.


4⃣ Yani
Bahasannya seru sekali ❤
Jadi, kalau udh terlanjur paparan gadget, bahkan pake password yg Ortu nggatau dan nggatau jg apa aja yg udh dilihat krn sdh punya akun medsos sendiri dan gadget sendiri di usia 15 thn, gimana ya caranya spy anak bs terbuka sm Ortu dan memberikan paparan pencegahan utk tdk melihat konten yg tdk baik?

Jawab:

Disitulah peran aktif orangtua dibutuhkan. Bounding yang kuat sedari lahir berpengaruh terhadap ke percayaan dan keterbukaan anak terhadap orangtua mereka. Sehingga mereka nyaman untuk membagi apapun kepada orangtua ketimbang pada teman sebaya mereka.
Karena apabila usia sekolah anak cenderung terpengaruh lingkungan sekitar yang bisa berdampak positif juga negatif.
Orangtua pun tidak boleh apatis dengan perkembangan digital sekarang ini dan terus menggali ilmu. Jangan anggap "dulu juga ga usah / ga ada" karena anak adalah milik zamannya bukan milik zaman orangtua..


5⃣ Mba Treasna
selain pengaruh _*negatif*_ menurut teman-teman, adakah pengaruh _*positif*_ media digital terhadap fitrah seksual anak? Misalnya seperti apa?
Tks πŸ˜ŠπŸ™
Jawab:

Menurut kami, pengaruh positif gadget ke fitrah seksualitas anak terbatas pada luasnya akses pengetahuan terkait yg bisa memperkuat fitrah seksualnya. misal..ketika anak perempuan ingin kita kuatkan feminimitasnya dgn belajar masak..tutorial2 masak di media digital bisa dipakai sebagai sarana penambah pengetahuannya..begitupun untuk anak laki2, ketika sang ayah mengajarkan sisi2 kelelakian dgn ngajarin nukang..media digital pun bisa jadi referensinya...πŸ˜ŠπŸ™πŸ»

menambahkan jawaban mba tresna utk anak yg sudah terlanjur terpapar medsos,
perkuat bonding dengan anak..buat semacam perjanjian yg harus disepakati semua keluarga utk tidak menggunakan gadget pada kurun waktu tertentu. waktu tsb yg digunakan untuk perkuat bonding...cerita..bermain..melakukan aktivitas bersama..sekaligus memasukkan ajaran2 yg kita ingin anak menjalankannya..trrmasuk pengetahuan ttg literasi digital tadi..


6⃣Nilla

Kalau menurut kelompok 5 apakah anak usia 10th diperbolehkan memiliki akun media sosial sendiri? Jika sdh punya apa dampak negatif dan positifnya untuk anak tsb…
Jawab :

Media sosial sebetulnya sudah memiliki batas minimum untuk kepemilikan akun.. Misal fb di usia 13thn ya. Tentu ini ada background nya, terkait dengan kedewasaan anak, dll. Ketika memberikan anak akun media sosial, pastikan anak bisa melindungi diri di dunia maya. Panduan ya antara lain: tau informasi apa yang boleh dan tdk boleh dibagikan di media sosial (misal alamat, tgl lahir tdk boleh di share), tau bahaya medsos misal online bullying, phising, dan apa yg harus dilakukan ketika ia mengalami
Catatan penting lainnya, ada baiknya orang tua punya mekanisme untuk memantau aktivitas anak di medsos, dan anak menyetujui hal ini. Apakah ortu diberi tahu password anak, atau ortu dan anak saling follow
Tp juga harus punya batasan, jangan sampai membuka akun anak tanpa ia tahu, atau memberi komentar di status anak yg bs membuatnya malu


πŸƒ  *KESIMPULAN* πŸŒΈπŸƒ

Dikarenakan tuntutan dan kebutuhan, penggunaan media digital oleh anak saat ini tidak dapat dihindari. Namun sebagai orangtua ada beberapa langkah yang bisa diambil sebagai antisipasi terhadap pengaruh negatif yang muncul khususnya untuk perkembangan fitrah seksualitas mereka.
Tanamkan keimaman dengan kuat dan kesadaran akan pengaruh buruk media digital sebagai pertahanan utama dari dalam diri si anak. Berikan aturan yang harus dipatuhi dan dievaluasi oleh seluruh anggota keluarga. Dampingi dan awasi penggunaan media digital sesuai usia anak.
Karena sebagai manusia kita penuh keterbatasan, sebaik dan secanggih apapun usaha yang kita lakukan senantiasa akan ada yang luput dari pengawasan kita. Selalu berdo'a dan minta tolonglah pada yang memiliki sebaik-baiknya pengawasan dan perlindungan Allah Subhannahu Wa Ta'alla untuk kebaikan anak-anak kita.

Kami kelompok 5 mohon undur diri. Terima kasih atas kehadiran dan partisipasinya. Semoga ilmu yang di dapat siang hari ini bermanfaat untuk bunda dan ananda semua.

Wassalamualaikum wr.wb


#Day5
#Tantangan10Hari
#Level11
#KuliahBunsayIIP
#LearningByTeaching
#FitrahSeksualitas

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mastermind & False Celebration

  Assalamualaikum wr wb Jurnal terakhir di Bunda shalihah, saat nya kami melakukan false Selebration dan memaparkan mastermind.  Berikut ini...