Assalamualikum wr wb
Berikut saya review diskusi kelompok 6 kelas bunda sayang level 11.
💐🌞🌷💐🌞🌷💐🌞🌷💐🌞🌷💐🌞🌷💐🌞🌷
Selamat datang di diskusi siang ini yang akan disampaikan oleh Kelompok 6.
Pada kesempatan ini kami akan menyajikan tema “SEX ABUSE: How to keep your kids safe”
Kelompok 6 terdiri dari :
@~ Yulita Ika Pawestri ~
@Mbakdee
@febriana trihandayani
bestari
Maraknya kasus kekerasan pada anak belakangan ini menyebabkan banyak orang tua menjadi khawatir dan was-was. Sebagai orang tua, kita wajib belajar untuk dapat membentengi anak dari perbuatan tersebut.
💐🌞🌷💐🌞🌷💐🌞🌷💐🌞🌷💐🌞🌷💐🌞🌷
Selamat datang di diskusi siang ini yang akan disampaikan oleh Kelompok 6.
Pada kesempatan ini kami akan menyajikan tema “SEX ABUSE: How to keep your kids safe”
Kelompok 6 terdiri dari :
@~ Yulita Ika Pawestri ~
@Mbakdee
@febriana trihandayani
bestari
Maraknya kasus kekerasan pada anak belakangan ini menyebabkan banyak orang tua menjadi khawatir dan was-was. Sebagai orang tua, kita wajib belajar untuk dapat membentengi anak dari perbuatan tersebut.
💐🌞🌷💐🌞🌷💐🌞🌷💐🌞🌷💐🌞🌷💐🌞🌷
(Materi)
https://drive.google.com/file/d/10CwEf7dykwx5G88EwcWMtyL1jFxj_xru/view?usp=sharing
TANYA JAWAB
1⃣fara
Bagaimana cara mewaspadai lingkungan sekitar?
Seringkali, baca berita, pelaku sex abuse adalah orang terdekat, dan orang yang baik, tidak ada tanda tanda aneh.
Setelah kejadian, baru tahu.
Bagaimana cara mewaspadai lingkungan sekitar?
Seringkali, baca berita, pelaku sex abuse adalah orang terdekat, dan orang yang baik, tidak ada tanda tanda aneh.
Setelah kejadian, baru tahu.
Jawab :
betul, sering kali pelaku pelecehan seksual justru orang sekitar kita yang tidak kita sangka ya,, karena kesannya orangnya baik-baik saja..
tentunya setelah kita memberikan bekal pendidikan seks yang cukup ke anak (termasuk mengajarkan anak tentang tidak ada orang yang boleh menyentuh bagian pribadi, dll) kita juga harus waspada dengan orang-orang yang bisa jadi potensial melakukan pelecehan seksual.
*Karakteristik Pelaku Pelecehan Seksual*
Pelaku pelecehan seksual pada anak atau pedofil biasanya merayu anak-anak secara bertahap. Pertama-tama, ia memberikan perhatian khusus pada calon korbannya, umumnya anak yang kelihatan tidak berdaya dan penurut sehingga mudah dikendalikan. Ia mungkin juga mencoba mendapatkan kepercayaan orang tuanya dengan berpura-pura menaruh minat yang tulus kepada si anak dan keluarganya. Sedikit demi sedikit, ia mulai mengadakan kontak fisik dengan si anak lewat belaian sayang atau permainan. Ia mungkin sering memberikan hadiah kepada si anak. Selanjutnya, ia mulai memisahkannya dari keluarga atau teman-temannya agar bisa berduaan saja dengan si anak. Setelah si pedofil mendapatkan kepercayaan anak serta orang tua, ia siap beraksi. Ia mungkin memanfaatkan keingintahuan wajar si anak tentang seks, mengajaknya mengadakan “permainan istimewa” rahasia, atau memperlihatkan pornografi kepada anak supaya perilaku demikian tampak normal. Setelah berhasil memperkosa, ia akan berusaha membungkam si anak dengan berbagai taktik licik, seperti mengancam, memeras, dan menyalahkan. Dengan mengenali karakteristik pelaku, Anda akan lebih siap untuk bertindak dalam mencegah terjadinya hal yang tidak diinginkan.
tentunya setelah kita memberikan bekal pendidikan seks yang cukup ke anak (termasuk mengajarkan anak tentang tidak ada orang yang boleh menyentuh bagian pribadi, dll) kita juga harus waspada dengan orang-orang yang bisa jadi potensial melakukan pelecehan seksual.
*Karakteristik Pelaku Pelecehan Seksual*
Pelaku pelecehan seksual pada anak atau pedofil biasanya merayu anak-anak secara bertahap. Pertama-tama, ia memberikan perhatian khusus pada calon korbannya, umumnya anak yang kelihatan tidak berdaya dan penurut sehingga mudah dikendalikan. Ia mungkin juga mencoba mendapatkan kepercayaan orang tuanya dengan berpura-pura menaruh minat yang tulus kepada si anak dan keluarganya. Sedikit demi sedikit, ia mulai mengadakan kontak fisik dengan si anak lewat belaian sayang atau permainan. Ia mungkin sering memberikan hadiah kepada si anak. Selanjutnya, ia mulai memisahkannya dari keluarga atau teman-temannya agar bisa berduaan saja dengan si anak. Setelah si pedofil mendapatkan kepercayaan anak serta orang tua, ia siap beraksi. Ia mungkin memanfaatkan keingintahuan wajar si anak tentang seks, mengajaknya mengadakan “permainan istimewa” rahasia, atau memperlihatkan pornografi kepada anak supaya perilaku demikian tampak normal. Setelah berhasil memperkosa, ia akan berusaha membungkam si anak dengan berbagai taktik licik, seperti mengancam, memeras, dan menyalahkan. Dengan mengenali karakteristik pelaku, Anda akan lebih siap untuk bertindak dalam mencegah terjadinya hal yang tidak diinginkan.
2⃣ Yani
Ini bahasannya seru dan ngeri2 gimana gt yah, terima kasih kelompok 6 ❤
Bagaimana cara mengobati trauma dr tontonan/bacaan atau berita terkait sex abuse ? atau malah trauma dr penderita / pelaku sex abuse ?
Ini bahasannya seru dan ngeri2 gimana gt yah, terima kasih kelompok 6 ❤
Bagaimana cara mengobati trauma dr tontonan/bacaan atau berita terkait sex abuse ? atau malah trauma dr penderita / pelaku sex abuse ?
Jawab:
untuk mengatasi trauma, Kemensos sudah menyusun materi yg kemudian akan menjadi acuan utk mengatasinya..
Rehabilitasi bagi pelaku dan korban kekerasan seksual menjadi poin penting dalam materi tersebut.
Karena tidak ingin ada residivis pelaku kejahatan seksual maupun potensi bertambahnya pelaku baru dari bekas korban kekerasan seksual. Karena itu, rehabilitasi harus menyeluruh, baik kepada korban, keluarga korban dan pelaku.
Seperti kita lihat pada slide, faktor historis (pengalaman terdahulu) menjadi salah satu faktor dr korban, kemudian menjadi pelaku
Lalu alur yg hrs kita lakukan apa atau gimana ya Mba?
Rehabilitasi bagi pelaku dan korban kekerasan seksual menjadi poin penting dalam materi tersebut.
Karena tidak ingin ada residivis pelaku kejahatan seksual maupun potensi bertambahnya pelaku baru dari bekas korban kekerasan seksual. Karena itu, rehabilitasi harus menyeluruh, baik kepada korban, keluarga korban dan pelaku.
Seperti kita lihat pada slide, faktor historis (pengalaman terdahulu) menjadi salah satu faktor dr korban, kemudian menjadi pelaku
Lalu alur yg hrs kita lakukan apa atau gimana ya Mba?
Bila kita menemui kejadian kejatahan seksual di sekitar kita..
Kita bisa menyampaikan ke pihak berwajib terdekat, boleh ke pengurus terkecil seperti RT, RW. Atau lembaga yg telah ditunjuk.
Biasanya P2TP2A...
Ini untuk Tangsel, ada infonya di sini
http://p2tp2atangsel.blogspot.co.id/2013/11/apa-itu-p2tp2a-pusat-pelayanan-terpadu.html?m=1
3⃣ Erlina
bagaimana agar ke"parnoan" kita terhadap kemungkinan terjadinya sex abuse tidak menghalangi kebebasan anak?
Tentunya sbg anak sudah biasa disentuh oleh orangtua. Dan ada kasus yang sang ayah yang malahan melakukan sex abis terhadap putrinya atau saudara laki-laki kepada saudara perempuan nya. Kalau seperti ini, bagaimana mencegahnya?
Jawab :
tema sex abuse pada anak ini memang otomatis membuat orang tua parno dan ngeri sendiri ya 😭
bagaimanapun yang bisa kita lakukan semata-mata ikhtiar semaksimal mungkin *membekali* anak-anak kita dengan pencegahan yang bisa lakukan, diantaranya telah disebutkan di slide ya..
tentunya kita juga harus banyak-banyak-banyaak banget berdoa agar anak-anak kita dilindungi Allah.. jika ikhtiar membekali anak dan doa telah kita maksimalkan, plus komunikasi kita dan anak berjalan dengan baik, insyaaAllah kita bisa lebih tenang dalam mendampingi anak ya..
4⃣. Adit
Hampir sama dengan pertanyaan mba Fara. Gimana kalau pelakunya malahan, orangtua atau salah satu dari orangtua korban?
Jawab:
Terima kasih pertanyaannya mbak Adit..
Kok hatiku jadi gerimis, baca pertanyaannya ya.. 😥
Bismillah saya coba jawab sedikit pertanyaannya yaa...
Maka dari itu perhatian, komunikasi antar anggota keluarga tidak boleh putus.
Kita sebaiknya tdk cuek begitu saja..
Mendengarkan cerita anak dgn seksama..
Dan seperti yg sudah tercantum di slide, kita sbg org tua harus banyak belajar..
Mulai dr komunikasi produktif, hingga fitrah seksualitas.
Seperti di kelas bunsay ini..
Dengan mengajarkan anak fitrah seksualitas sesuai tahapan usia, diharapkan anak akan lebih peka terhadap kejahatan2 yg mengintai di sekitarnya
Kok hatiku jadi gerimis, baca pertanyaannya ya.. 😥
Bismillah saya coba jawab sedikit pertanyaannya yaa...
Maka dari itu perhatian, komunikasi antar anggota keluarga tidak boleh putus.
Kita sebaiknya tdk cuek begitu saja..
Mendengarkan cerita anak dgn seksama..
Dan seperti yg sudah tercantum di slide, kita sbg org tua harus banyak belajar..
Mulai dr komunikasi produktif, hingga fitrah seksualitas.
Seperti di kelas bunsay ini..
Dengan mengajarkan anak fitrah seksualitas sesuai tahapan usia, diharapkan anak akan lebih peka terhadap kejahatan2 yg mengintai di sekitarnya
✒📖💐🌺✒📖💐🌺✒📖💐🌺✒📖💐🌺✒📖💐🌺✒📖💐🌺✒📖💐🌺
*Kesimpulan*
Pada dasarnya pendidikan fitrah seksualitas memiliki 3 tujuan utama :
- agar anak mengerti tentang identitas seksualnya
- agar anak mengenali peran seksualitas yang ada pada dirinya
- untuk mengajarkan anak untuk melindungi dirinya dari kejahatan seksual.
Jikaa pendidikan fitrah seksualitas ini tidak terlaksana dengan sempurna pada tiap tahapnya, dapat berakibat pada penyimpangan seksual yang bermuara pada kejahatan seksual, selain penyimpangan terkait peran keayahbundaan, dengan anak sebagai pelaku atau korban.
✒📖💐🌺✒📖💐🌺✒📖💐🌺✒📖💐🌺✒📖
*Kesimpulan*
Pada dasarnya pendidikan fitrah seksualitas memiliki 3 tujuan utama :
- agar anak mengerti tentang identitas seksualnya
- agar anak mengenali peran seksualitas yang ada pada dirinya
- untuk mengajarkan anak untuk melindungi dirinya dari kejahatan seksual.
Jikaa pendidikan fitrah seksualitas ini tidak terlaksana dengan sempurna pada tiap tahapnya, dapat berakibat pada penyimpangan seksual yang bermuara pada kejahatan seksual, selain penyimpangan terkait peran keayahbundaan, dengan anak sebagai pelaku atau korban.
✒📖💐🌺✒📖💐🌺✒📖💐🌺✒📖💐🌺✒📖
Kami dari kelompok 6 pamit dulu ya
Wassalamualaikum wr.wb
Wassalamualaikum wr.wb
#Day6
#Tantangan10Hari#Level11
#KuliahBunsayIIP
#LearningByTeaching
#FitrahSeksualitas


Tidak ada komentar:
Posting Komentar