Selasa, 06 Juni 2017

Pujian dan Kritikan



Assalamualaikum wr wb

Cerita tentang proses toilet training nya adik hiza. Jelas ada perbedaan yang signifikan antara proses toilet training nya kakang dan adik. pada tahap awal kakang lebih mudah toilet training nya menurut saya. umur 1 tahun dia sudah lepas diaper. walaupun belum jelas berbicara kakang sudah memberi tanda jika ingin pipis atau pup, malahan saat pergi perjalanan jauh pun dia enggan menggunakan diaper karena kurang nyaman katanya.

Beda hal dengan adik yang umur2 tahun belum lulus toilet training, padahal perlakuan menggunakan diaper saya samakan dengan kakang sewaktu kecil. Saat pergi memakai diaper, dirumah cukup menggunakan celana saja.

Kejadian sewaktu proses toilet training nya adik. saya selalu memberi pemahaman, pengertian, dan mengingatkan dia untuk pipis di toilet .
jika dia sedang bermain saya selalu menawarkan atau mengajak ke toilet 1 jam sekali
Bunda :“ Adek pipis yuk? “
Adik : “enggak mau “, sambil memajukan bibirnya dan menggelengkan kepala
dia lanjut bermain. tak lama selang beberapa menit, akhirnya dia mengompol di celana dan membasahi lantai.
Hemmmm saya pun tentunya ingin marah dengan keadaan saat itu, tapi tentunya saya hadapi dengan sabar. Saya biarkan saja, sampai dia mengadu bahwa dia pipis di celana. Tak lama adik melangkah dan terjatuh, karena lantai licin dengan air pipisnya sendiri.

Adik :” bunda aku pipis dan aku jatuh,huhuhuhu “, sambil menangis
Bunda : “adek tadi bunda sudah tawarkan adek ke toilet? yuk lepas celananya kita ke toilet untuk cebok”

Alhamdulilah dia mau mengikuti ajakan bunda ke toilet.Sambil menangis dan terus menangis. Dalam keadaan situasi seperti ini, hanya sabar dan istighfar yang saya ucapkan.Rasa kesal yang terucap selalu saya ucapkan berupa doa “ sing sholeh jeung bageur ya dek” (translate : semoga menjadi anak sholeh dan baik ya dek) , sambil saya menggantikan  celananya yang baru.

Bunda :”adek ini bekas pipis adek kan?ayo kita ambil lap, lalu lap lantainya, biar kering”

Adik langsung mengambil lap lantai dan dengan sendiri nya dia mengelap sampai kering. walaupun hasilnya tidak maksimal, dia belajar bertanggung jawab, tak lupa saya memberikan pujian pada nya.

Bunda :” Terimakasih adek sudah membuat lantai menjadi kering kembali, nanti pipisnya di toilet ya!”

Kejadian seperti itu berulang selama kurang lebih 4 bulan an. Saya harus konsisten dengan keadaan seperti itu, mempunyai kesabaran yang ekstra. tentunya ketika sabar saya habis atau emosi saya sedang naik, saya melalukan diam. Alhamdulilah ada suami yang menggantikan momen seperti kejadian di atas. Terkadang jika terjadi di hari libur atau malam hari, suami yang menggantikan peran momen tersebut.

Alhamdulilah sekarang adik  (2th10mo) sudah bilang jika mau pipis.
Adik : “Bunda aku mau pipis “ , sambil melepas celananya sendiri
Adik :” Bunda aku bisa, aku keluar pipisnya “, dengan wajah yang senang dan bahagia
Adik :”Bunda aku yang semprot, aku yang cebok sendiri, aku bisa bun“, dengan keyakinan dan percaya dirinya.
Bunda hanya mengawasi di depan pintu kamar mandi, sekali kali membetulkan arah sempotannya. Tak lupa bunda selalu bilang :
Bunda :”Terimakasih adek, sudah pipis di toilet! “
Adik :”  iya bunda, kalo pipis di toilet bunda senang kan ? “
Kami pun saling membalas senyuman bahagia
Alhamdulilah adik sudah lulus toilet training di umur 2th6mo, walaupun sangat terlambat jauh dengan kakangnya. Tapi ya itu, tiap anak unik.
Kami bahagia bersamamu,,,,

Tangsel, 6 Juni 2017


#level1
#Day6
#Tantangan10hari
#Komunikasiproduktif
#Kuliahbunsayiip

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mastermind & False Celebration

  Assalamualaikum wr wb Jurnal terakhir di Bunda shalihah, saat nya kami melakukan false Selebration dan memaparkan mastermind.  Berikut ini...