Assalamualaikum wr wb
Kesalah pahaman sering terjadi dalam kehidupan kami, dari masalah yang kecil sampai masalah yang besar. Semuanya hal wajar bagi kami. Anggap saya sebagai bumbu pernikahan dan ujian kebersamaan. Solusinya kami bersama sama akan menghadapinya hanya dalam semalam, Ya coba saya ingat hanya semalam kami selesaikan setiap ada masalah.
Sepertinya pernah sampai 3 hari tidak bertegur sapa, sebenarnya suami menyapa tapi saya mendiamkan. Didalam situasi ini tidak ada pembicaraan yang jelas menyangkut permasalahan dan tidak ada diskusi penyelesaian masalah. Dua duanya saling terdiam. Ya, ada hati yang terluka, ada pikiran yang dipenuhi dengan pertanyaan dan saya pun berdosa mendiamkan masalah. Akhirnya hari ke 4 kita sama sama tidak nyaman dengan keadaan, kita sama sama tidak menginginkan hal ini lebih lama lagi. Dan kita mengakhiri permasalahan di hari ke 4, dan kita berbahagia kembali. Kejadian seperti ini cukup satu kali dalam perjalanan hidup kami. Ya, hanya cukup satu kali, tak boleh terulang kembali. Permasalahnya apa? saya lupa lagi, dan tentunya hanya kami yang tau apa permasalahnnya. Saya sejenis orang yang tidak mau mengingat ingat kesalahan atau kesedihan. Saya hanya ingin mengingat kebahagian dan kebersamaan bersama pasangan saya.
Moto hidup kami :
Biarkan masalah yang menghampiri hidupmu tertulis di pasir putih yang akan tersapu ombak. Biarkan kebahagian hidupmu terukir dalam pahatan batu yang akan selalu dikenang selamanya.
Kami berkomitmen dari awal setiap ada kesalah pahaman, harus diselesaikan hari ini juga, hindari semaksimal mungkin membawa masalah saat kita tidur atau keesokan harinya. Seringnya kita sudah berbaikan saat menjelang tidur, saling memaafkan dan mengklarifikasi bagaimana kesalah pahaman terjadi. Tentunya kita memecahkan masalah dan mencari solusi kedepannya.
Hal seperti ini suami yang lebih sabar menghadapi saya. suami yang merajuk saya terlebih dahulu. Dan memang saya egois, suami pula yang meminta maaf terlebih dahulu. Ya,,,saya memang gengsian, tapi akhirnya hati saya mencair juga. Dan saya sadari itu, dan saya perbaiki itu.
Karena saya mencintaimu karena Allah.
Love u pasangan hidupku
Tangsel, 7 juni 2017
#level1
#Day7
#Tantangan10hari
#Komunikasiproduktif
#Kuliahbunsayiip

Tidak ada komentar:
Posting Komentar