Jumat, 18 Mei 2018

DAY 2 level 11

Assalamualikum wr wb

Berikut saya review diskusi kelompok 2 kelas bunda sayang level 11.

Apa itu Fitrah Seksualitas?
Fitrah seksualitas adalah tentang bagaimana seseorang berfikir, merasa dan bersikap sesuai fitrahnya sebagai lelaki sejati atau sebagai perempuan sejati.
( Elly Risman )

Mendidik Fitrah Seksualitas dengan merawat, membangkitkan dan menumbuhkan fitrah sesuai gendernya, yaitu bagaimana seorang lelaki berfikir, bersikap, bertindak dan merasa sebagaimana lelaki. Juga bagaimana seorang perempuan berfikir, bersikap, bertindak dan merasa sebagai seorang perempuan.
(Harry santosa)

Mengapa perlu menumbuhkan fitrah seksualitas?
  • Membuat anak akan mengerti fitrah seksualnya. Seperti mengerti bahwa dia terlahir sebagai laki-laki atau perempuan.

  • Mengenali peran seksualitas yang ada pada dirinya. Sehingga anak bertingkah laku, berbicara, bertindak sesuai fitrahnya.

  • Anak yang seksualitasnya berkembang dengan baik akan mempunyai citra diri yang lebih positif dan juga paham cara bersikap dan berhubungan dengan orang lain.

  • Mengajarkan anak untuk mengenali dirinya dari kejahatan seksualitas.

Jika fitrah seksualitas tidak tumbuh dengan baik?
  • Perempuan Tomboy/ lelaki ”melambai”
  • KDRT
  • LGBT
  • PORNOGRAFI
  • SEX ABUSE
  • … dll

Dari Ibnu Abbas ra berkata: “Rasulullah SAW melaknat laki-laki yang berlagak wanita, dan wanita yang berlagak meniru laki-laki. Dalam riwayat yang lain: “Rasulullah SAW melaknat laki-laki yang meniru wanita dan wanita yang meniru laki-laki“. (HR. Bukhari).

Bagaimana Caranya?
  • Kehadiran, kedekatan, kelekatan Ayah & Ibu
  • Ayah memberikan suplai Maskulinitas & Ibu memberikan suplai Feminitas yang seimbang
  • Mendidik fitrah sehingga tercapainya Peran Keayahan bagi anak lelaki & Peran Keibuan bagi anak Perempuan



Usia
Anak Pr
Anak Laki-Laki
Lebih Dekat Ke
0-2
IBU
3-6
AYAH - IBU
7-10
IBU
AYAH
(Sesuai Gender)
10-14
AYAH
IBU
(Lintas Gender)


Usia 0-2 Tahun
Anak Laki2 & PR  > IBU
  • Anak usia ini harus dekat dengan Ibunya, karena terdapat proses menyusui sebagai fitrah dasar (QS 2:233).
  • Proses kelekatan dgn Ibu dlm membangun rasa cinta dan kasih sayang.
  • Tahap oral pada anak dimana, anak mendapatkan kenyamanan saat memasukan sesuatu ke mulutnya.
Contoh aktivitas
  • Ibu menyusui anak dengan kasih sayang dan penuh perhatian, bisa sambil berbicara dari hati ke hati untuk mengungkapkan cinta dan  kasih sayangnya.
  • Saat menyusui anak merasa nyaman dengan menghisap puting Ibu, juga sesekali mengisap jarinya atau yang berada di sekitar.

Usia 3-6 Tahun
Di usia 3-6 tahun ini, anak :

•harus dekat dengan kedua orang tuanya, agar anak memiliki keseimbangan emosional dan rasional.
•bisa memastikan identitas seksualnya pada usia 3tahun, apakah dia laki-laki atau perempuan.
•dapat melihat secara nyata perbedaan dari laki-laki dan perempuan.
•bisa menempatkan dirinya sesuai seksualitasnya, mulai dari cara bicaranya, cara berpakaian, cara merasa, berpikir dan bertindak sebagai laki-laki atau perempuan dengan jelas.

Contoh Aktivitas :

•ketika anak mandi, kenalkan anggota tubuh anak secara detail
•kenalkan dengan menggunakan bahasa ilmiah seperti penis, vagina
•pada saat bermain peran, bisa dijelaskan perbedaan antara laki-laki dan perempuan sesuai dengan kemampuan pemahaman anak

Usia 7-10 Tahun
Anak Laki2 --> Ayah
  • Fase ego sentrisnya ==> sosio sentris, mulai punya tanggung jawab moral, mulai diperintahkan sholat.
  • Ayah mengajak pada peran dan aktifitas kelelakian, termasuk menjelaskan mimpi basah, fungsi sperma dan mandi wajib, serta fase akil baligh.
Contoh Aktivitas
  • Mengajaknya sholat berjamaah di masjid;
  • Mencuci motor;
Memperbaiki mesin yang rusak.

Anak Pr --> Ibu
  • Ibu menjelaskan peran dan tanggung jawab perempuan, keutamaan perempuan, fase menstruasi
  • dan akil baligh, serta makna konsekuensi adanya rahim dan telur yang siap dibuahi bagi anak perempuan.
Contoh aktivitas :
  • Mengajaknya sholat berjamaah;
  • Membersihkan rumah;
  • Memasak;
Membantu menjaga adik-adiknya.

Usia 11-14 Tahun

Apa yang terjadi?
  • Puncak perkembangan Fitrah seksualitas → menstruasi/mimpi basah
  • Pubertas , Ketertarikan dengan lawan jenis
Pada fase ini, anak perempuan didekatkan ke Ayah agar memahami cara pandang lelaki dari sudut pandang lelaki, dan sebaliknya (lintas gender).
Penting untuk menjelaskan tentang pendidikan seks yang lebih detail misalnya organ seks, proses kehamilan dan 'safe sex’
Anak Pr --> Ayah
  • Jadilah cinta pertama anak perempuan agar anak tidak mudah jatuh ke pelukan lelaki
  • Sering memuji, mencurahkan perhatian, menjadi tempat curhat, memberi hadiah
  • Menemani/mengantar anak berkegiatan positif
  • Memberi tahu anak tentang betapa berharganya dirinya
  • Mengingatkan tentang aturan agama terkait lawan jenis

Anak Lakilaki --> Ibu
  • Sering ngobrol terutama saat beraktivitas berdua (We Time)
  • Menjelaskan atau mengungkapkan tentang perasaan wanita (ibu) bagaimana mereka ingin dan seharusnya diperlakukan
  • Mencontohkan empati, kasih sayang, ‘bahasa cinta’

Jika fase tsb terlewat bagaimana?

Solusi :
  1. Memohon ampun & memohon perlindungan untuk anak Kita
  2. Memperkuat pemahaman agama & lebih mendekatkan diri pada Allah SWT
  3. Melakukan tahapan yang terlewati dengan sabar
  4. Menguatkan identitas diri sebagai anak laki-laki atau perempuan
  5. Mengarahkan batasan dalam bergaul dengan sesama jenis atau Lawan jenis
  6. Menyaring apa yang lihat dan dicontoh yang berhubungan dengan LGBT
  7. Jika Orang Tua dalam pengamatannya kepada anak ada yang dimerasa resah dan kawatir, tdk perlu sungkan untuk membawa anak kepada ahlinya (contoh : psikolog anak)


Tanya Jawab

1⃣firsty
Apakah peran ibu dan ayah bisa diganti oleh kakek atau nenek? Kasus untuk anak yang "terpaksa" dititip kan full sama kakek nenek nya. Untuk usia 0-10 tahun.
Jawab :

Bisa

Jika karena keadaan, ortu tidak hadir (misal tiada), maka memang harus memberikan sosok pengganti sebagai sumber maskulin dan feminin. Seperti misalnya pada Rasulullah yang telah kehilangan ayah ibu pada usia masih kecil. Tetapi ada kakek ,paman dan bibi.

2⃣ Ika

Apakah jika anak usia 3 th sudah mengenal gender. Dan kurang berminat bermain dg gender yg berbeda jenis itu kelak akan mempengaruhi kehidupan sosialnya?
Jawab :

Bisa ditanyakan sebabnya apa?

Misal klo anak perempuan bermain dengan anak laki-laki terus mainannya direbut dsb. Yg ini juga pernah baca di buku bu Elly Risman. Selama masih dalam batas wajar  maka tidak apa-apa, wajar jika anak menyenangi bermain dengan teman sesama gender krn sesuai dgn fitrahnya. Perlu diberikan pemahaman  sesuai dengan aturan agama. Misalnya 'gpp skr adek masih kecil jadi bermain dengan laki2/perempuan boleh', tetapi dijelaskan batasannya.

Contoh batasannya seperti apakah mba?

contohnya tidak bermain peran yg berlebihan (misal peluk/cium), tetap menjaga aurat, dsb, dibiasakan sedari kecil

3⃣ Dilla
ilmu apa yg kiranya baik utk dishare ke anak 7-10 perkata fitrah seksualitas ini?
Jawab:

Krn pengenalan gender sdh pada tahap sebelumnya, tahap 7-10 ini adalah tahap penguatan. Sekaligus tahap pra baligh. Pengetahuan yang sebaiknya diberikan ke anak pada tahap ini diantaranya pengetahuan tentang organ reproduksi dan fungsinya, dan bagaimana menjaganya, pengetahuan tentang apa itu menstruasi (pr) dan mimpi basah (laki laki) sebagai tanda dimulainya fase baligh serta pengenalan terhadap syariat Islam (bagi yg muslim) misalnya tentang kewajiban sholat.

4⃣ Marisa
Bila anak perempuan cenderung tumbuh menjadi sosok yang tomboy, apakah ada step yang terlewat saat menumbuhkan fitrah seksualitas ini. Dan bagaimana cara memperbaikinya. Terlebih anaknya sudah memasuki usia 11 tahun.
Jawab :

atau Orang Tua hrs meninjau kembali sosok dan Ayah dan Ibu bagian mana yg kurang, dicoba dipenuhi dr tahap awal, kedekatan batin, bicara dr hati ke hati sm anak, apa yg membuatnya berperilaku tomboy, anak 11 thn sdh bs diajak diskusi
Mungkin dicoba memperbaiki hubungan dengan ibunya, memperbanyak quality time ibu dan anak,
Dari buku bu elly juga ada kasus yang sama,  perlu ditanya dulu ke anak, apa penyebabnya. Misal dalam kasus itu, karena menurut anak lebih nyaman permainan anak lelaki, trus klo anak perempuan suka cengeng, nggak suka baju2nya yg ribet. Menurut jawaban bu Elly, perlu diarahkan sesuai penyebabnya. Misal karena rambut panjang ribet, bisa dari ortu berkata 'dek, klo rambutnya panjang kayanya lebih cantik deh, coba ya nanti jangan dipotong' atau klo kurang nyaman dengan pakaian bisa ditanya 'pakaian apa yg diinginkan, yuk kita cari'.

PENUTUP

Fitrah Seksualitas anak sangat penting untuk ditumbuhkan, agar anak dapat mengenali gendernya sejak kecil.

Ini menjadi tugas orang tua untuk membersamai anak dalam proses menumbuhkan Fitrah Seksualitas tersebut. Selain membersamai, orang tuapun perlu berperan dalam membatasi atau menyaring informasi yang didapat oleh anak, terlebih di era digital seperti sekarang ini.

Idealnya, informasi yang didapat oleh anak, dikomunikasikan kembali kepada orang tua. Disinilah pentingnya faktor keterbukaan antara orang tua dan anak, sehingga anak tidak takut ataupun canggung untuk bercerita dan bertanya mengenai apa saja kepada orang tua.

Mengenalkan Fitrah Seksualitas juga sebaiknya disesuaikan dengan perkembangan usia anak, agar anak mudah memahami. Pengenalannyapun bisa dilakukan dalam kegiatan sehari-hari, dalam kegiatan yang dilakukan berulang. Semakin diulang, anak akan semakin mudah untuk mengingat dan memahaminya.

Semoga dengan menumbuhkan Fitrah Seksualitas, anak-anak kita dapat tumbuh menjadi anak-anak yang bertingkah laku, berbicara, bertindak dan merasa sesuai dengan gendernya. Aamiin

Kami kelompok 2 terdiri dari @⁨Meutia Madrid⁩ @⁨mba tutik bunsay⁩ @⁨Tya Navratilova⁩ @⁨mba sufina bunsay⁩ dan Yani,

Mengucapkan terima kasih atas kehadiran dan partisipasi Bunda2 pembelajar...
Mohon maafkan atas segala kekurangan, semoga ilmunya menjadi keberkahan kita semua dlm mendampingi anak2 kita *Menumbuhkan Fitrah Seksualitas Sesuai Usianya* Aamiin 😇

Kami pamit undur diri, wassalamualaikum wr wb 🙏


#Day2
#Tantangan10Hari
#Level11
#KuliahBunsayIIP
#LearningByTeaching
#FitrahSeksualitas

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mastermind & False Celebration

  Assalamualaikum wr wb Jurnal terakhir di Bunda shalihah, saat nya kami melakukan false Selebration dan memaparkan mastermind.  Berikut ini...