Assalamualikum wr wb
Pernyataan observasi, saat ini sejujurnya saya sedang berlatih pada diri saya sendiri tentang pernyataan ini. saya menyadari seringnya saya menanyakan kegiatan kakang dengan pernyataan yang bersifat interogasi. Awal nya saya tidak paham, toh yang saya tanyakan hanya soal kegiatan disekolah, makananya dihabiskan atau tidak, dll
Pantas saja setiap saya bertanya hal tersebut, kakang merasa malas menjawabnya, bosan, terkadang dia menjawab dengan kata singkat. Saya memaklumi, mungkin saya bertanya terlalu cepat, terkadang saya bertanya ketika masih dikendaraan menuju pulang.
Maaf kan bunda nak, ternyata bunda belum paham dengan situasi kakang sepulang sekolah.
Setelah saya berkonsultasi dengan ustadz nya, saya di beri pemaparan untuk menanyakan suasana hati kakang setiap harinya, dimulai dari suasana hati, memancing kegiatan, yang pada akhirnya anak akan bercerita sendiri tanpa di tanya hal kegiatan.
Hari pertama, setelah bangun tidur saya menanyakan suasana hati nya .
Bunda :” Assalamualaikum, kakang sudah bangun dari tadi ya “, sambil saya memberinya pelukan hangat, padahal saat itu badan saya bau masakan. kakang tidak menjawab, mungkin energinya belum terkumpul selepas bangun pagi
Bunda :” Sudah siap untuk pergi ke sekolah? “
Kakang :” iya, aku mau mandi “
Bunda : “ iya ,boleh air panas nya sudah ada di ember kok “
Dengen segera kakang melepas pakaian dan masuk kamar mandi. Untuk perihal mandi dan berpakaian, kakang sudah bisa melakukannya sendiri, saya hanya tinggal menyiapkan pakaian seragam yang akan dia kenakan setiap akan pergi ke sekolah.
Setelah selesai berpakaian, lalu kakang ambil segelas air putih diawali dengan minum sebelum beranjak sarapan. Sambil dia sarapan saya berbincang dengan kakang.
Bunda :” Bagaimana tidurnya apakah nyenyak? “
Kakang : “nyenyak bun, tadi aku waktu tidur mimpi………… “, panjang lebar bercerita tentang mimpinya semalam.
Saya menyadari, ohhh ini kah yang disebut pertanyaan yang bersifat observasi, dampaknya kakang bercerita panjang lebar tanpa saya bertanya detail. Moment seperti ini yang mendekatkan saya dengan kakang, malahan semakin dekat.
Akhirnya setiap pulang sekolah, saya tidak menanyakan kegiatan dia disekolah. Biarkan kami sampai dirumah dulu, setelah itu saya menanyakan
Bunda : “ bagaimana perasaan kakang disekolah hari ini ?”, dan dia pun menjawab dengan panjang lebar, menceritakan kegiatan sekolah dengan nada yang ceria dan gembira. Saya ikut senang mendengarkan nya, dan ketika dia bercerita tentang dia berlatih menjadi imam shalat, tak lupa saya mengucapkan terimakasih kepada nya .
Bunda :”Terima kasih kakang sudah berlatih mejadi imam shalat duha di sekolah “, sambil saya memeluknya dengan erat.
#level1
#Day10
#Tantangan10hari
#Komunikasiproduktif
#Kuliahbunsayiip
Tidak ada komentar:
Posting Komentar