Rabu, 22 September 2021

Saya Ibu Rumah Tangga dan Saya Bangga


 

Assalamualaikum wr wb


Perkenalkan saya tia, saya lahir 35  tahun yang lalu, saat ini saya berdomisili di Tanggerang Selatan. Saya seorang istri dan seorang ibu dari 3 anak. Untuk menyambut Konfrensi Ibu Pembaharu saya bercerita tentang perjalanan singkat saya berumah tangga selama 11 tahun. 


Sebelum saya dipinang calon suami, suami pernah berpesan "Jika saat nya nanti kamu menjadi istri, saya mau kamu di rumah mendampingi saya dan menjadi ibu dari anak-anak saya ". Sontak pesan tersebut bergelut dalam pikiran dan batin saya. Hal pertama yang saya pikirkan adalah :

Untuk apa saya sekolah tinggi, jika berujung di rumah ?

Bagaimana keluarga saya bisa menerima jika saya tidak berkarier ? Dimana pada umumnya orangtua mempunyai kebanggaan memiliki anak yang sukses, yang berhasil dinilai dari materi dan jabatan.

Apa yang dapat saya lakukan ketika dirumah saja ?


Keresahan itu selalu ada dalam pikiran saya. Sampai saat nya saya di pinang oleh sang calon suami di tahun 2010. Sebelum menikah saya bekerja di suatu perusahaan di Bandung. Karena berencana pindah domisili mengikuti dimana suami bekerja, saya resign tepat seminggu sebelum menikah. Setelah 3 hari pernikahan, saya pindah ke ibu kota. Di sana saya tetap berusaha untuk melamar pekerjaan ke perusahaan, instansi pemerintah dan BUMN yang berdomisili di Jakarta. Mungkin atas dasar pesan dan doa suami yang tidak merestui saya bekerja, semua lamaran tidak ada yang lulus, bahkan ketika saya sudah sampai di tahap wawancara, tinggal selangkah menuju tes kesehatan, pada akhirnya saya ditolak. 


Belajar dari berbesar hati, menerima diri dan ikhlas atas ketentuan Allah. Saya di arahkan suami untuk tetap berkegiatan positif yang sesuai dengan passion saya. 

Sosok suami yang selalu mendukung penuh atas semua yang dilakukan istri, asalkan itu tetap berkegiatan positif dan bermanfaat. Tanpa melalaikan tugas wajibnya sebagai istri dan ibu.

Bertepatan ketika saya mengandung anak pertama. Saya belajar dan menikmati proses menjadi istri dan menjadi ibu. Persiapan yang matang meliputi spiritual, psikologi, moril dan materil kami belajar dan berproses bersama dari nol. Berbekal dari pengalaman orangtua, cerita keluarga lain yang lebih senior, cerita perjalanan hidup orang lain, riwayat kehidupan masa kecil diri sendiri dan banyak buku yang kami baca, kami berposes dengan baik. Khususnya saya yang berbinar ketika belajar tentang karakter anak, berbagai bacaan tentang parenting sekitar dunia anak, kami diskusikan bersama sama. Kelak saya ingin membersamai anak dengan bahagia, pola asuh yang baik dan membentuk karakter anak yang positif dan bermanfaat.


Tepat di tahun 2016 yang pada saat tahun itu kami sudah dikaruniai 2 orang anak. Saya menemukan Ibu Profesional dari seorang sahabat saya di Bandung. Dia menceritakan bagaimana cara bergabung sampai menjelaskan ilmu yang sudah dia dapatkan ketika mengikuti kelas. Ketertarikan itu muncul  ketika rasa ingin tahu dan kebutuhan ingin menambah ilmu, akhirnya saya memutuskan untuk bergabung. Januari tahun 2017 saya bergabung di kelas matrikulasi batch 3, lanjut kelas bunda sayang batch 2, lanjut kelas bunda cekatan batch 1, lanjut bunda produktif batch 1, dan saat ini saya di bunda shalihah batch 1. Saya mengikuti semuanya tanpa jeda.


Butuh waktu yang lama untuk menjadi seorang pribadi yang tuntas, istri yang di cintai suami dan ibu yang di banggakan oleh anak- anaknya.Butuh waktu yang lama untuk menjawab pertanyaan atas keresahan batin yang saya alami sebelum menikah.

Dan ternyata setelah melalui banyak proses saya bangga dengan status saya sebagai ibu rumah tangga. Bahwa dengan berkarir dirumah saya harus pintar, dengan pendidikan tinggi saya bisa berfikir cerdas.


Kesuksesan saya akan terlihat dari bentukan karakter anak anak saya sendiri. Kesuksesan saya terlihat dari betapa bahagianya saya dengan keluarga. Kesuksesan saya terhadap diri yaitu saya dapat mencintai diri saya sendiri.

Jadi ketika bertemu teman lama atau teman baru yang menanyakan "Kerja dimana?", Dengan bangganya saya akan menjawab "saya kerja di rumah dan saya mahasiswi Ibu Profesional dan sekarang saya sedang berproses menjadi Ibu Pembaharu "

Semoga apa yang sedang saya jalankan Ibu Pembaharu, bisa bermanfaat bagi banyak orang karena saat ini saya bekerja dari rumah untuk dunia. 


Sekian cerita dari saya, mohon maaf apabila ada kesalahan dalam penyampaian kata

Wasalamualaikum wr wr


#ibupembaharu

#1dekadeibuprofesional

#darirumahuntukdunia

#konferensiibupembaharu

#ibuprofesional

#semestakaryauntukindonesia

#ibuprofesionaluntukindonesia


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mastermind & False Celebration

  Assalamualaikum wr wb Jurnal terakhir di Bunda shalihah, saat nya kami melakukan false Selebration dan memaparkan mastermind.  Berikut ini...