Kamis, 01 Juni 2017

Aku Bisa dan Coba Berusaha





السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Perkenalkan saya bunda dari 2 orang anak. Anak pertama saya laki laki 6 thn dan anak kedua saya perempuan menjelang 3 thn. Anak anak itu sangat unik, dari mulai sifat sampai perilaku, padahal mereka lahir dari rahim dan bibit yang sama, begitu mengenal mereka saya hampir tidak menemukan kemiripan satu sama lain diantara mereka. Bahkan mereka cenderung berkebalikan sifat dan perilakunya.

Hilmi anak pertama saya. Saya sangat tertantang dengan kakang ini, dia sosok anak yang kurang percaya diri, terlalu banyak yang dia pertimbangkan untuk memulai sesuatu yang baru. sehingga saya butuh extra suntikan support dan sugesti kepada dirinya untuk mengatakan “ ayo sayang kakang bisa, ayo coba dulu, kita berusaha ! “ .
jika dia mengalami ketidak berhasilan yang dia capai, tetap saya menyuntikan sugesti “ terima kasih kakang untuk hari ini, semoga besok bisa lebih baik lagi “.
Ada suatu cerita tentang keberanian melepas roda pendamping pada sepeda roda2. Lama saya perhatikan dia mengayuh sepeda sudah seimbang sebenarnya, dan kakinya sudah menapak aspal, tapi setiap saya tawarkan untuk melepasnya, dia teguh tak mau dilepas.
suatu saat saya merajuk untuk melepas roda pendamping.
percakapan :
Bunda :“sayang, kakang sudah seimbang loh, kaki pun sudah menapak di aspal. bolehkah bunda lepas roda pendampingnya 1 ? “
kakang  :”aku takut jatuh “
Bunda : “ Boleh dicoba dulu, jika terjatuh tahan dengan kaki kanan atau kiri “
lama terdiam, dia sambil berfikir, sambil mata berkacakaca
kakang : “ okeh, lepas roda pendampingnya 1, dan 1 nya lagi dibuat miring “
segeralah abinya untuk melepas roda pendamping itu.
Setelah mengayuh sepeda, ada rasa senang, ada rasa bahagia yang saya rasakan, karena saya berhasil menyuntikan sugesti bahwa kamu bisa kakang, bahwa kamu sudah mencoba dan berusaha dari beberapa bulan yang lalu untuk belajar seimbang, dan bahwa bunda dan abi selalu berdoa untuk mu.

Hiza anak kedua saya. Anak yang sangat energik dan percaya diri, saya sangat terkesan dengan anak satu ini. Banyak hal yang ingin di coba, dan dia selalu berkata “ Aku mau coba bunda, aku bisa aku bisa !”, sambil meloncat loncat dengan tersenyum dan terlihat wajah yang bahagia.
Pertama saya terkesan atas dia berusaha mencoba memakai sepatunya sendiri.
percakapan :
Bunda  : “ ayo dek pakai sepatu dulu !”
adik  : “aku mau pakai sendiri, aku bisa !”
saya menunggu sambil melihat dia memakaikan sepatu, kaki kanan dia masukan ke lubang sepatu, dan ternyata berhasil. Setelah itu saya menunggu cukup lama. Akhirnya kaki kiri dia coba masukan ke lubang sepatu, terlihat agak sulit dia melakukannya sambil bergerutu
adik  :” ihhhh susah aku tidak bisa “
Bunda : “ mau bunda bantu ? “
adik : “ tidak, aku bisa ! “
hemm saya tersenyum tipis,sambil terus melihat dia berusaha untuk memasukan kaki kirinya ke lubang sepatu.
Adik  :” sudah bunda, aku bisa aku bisa “, terlihat wajah yang senang dan ceria
bunda :” Alhamdulilah, ayo dek siap untuk pergi! “
cukup lama pada awalnya saya menghabiskan 15 menit untuk menunggu dia memakai sepatu, sekarang cukup 3 menit saja

Kesabaran Bunda membuahkan hasil yang Baik.

Untuk anak satu ini saya hanya memberikan pendampingan dan suntikan support “ aku bisa “ , sambil dinyanyikan lagu aku bisa dari brand susu formula
celotehan adik :
“Bunda aku mau coba nyapu !”
“Bunda aku yang kocok telornya !”
“Bunda aku bisa ngepel “
“Bunda aku bisa aku bisa “

Segala hal yang saya lakukan, ingin dia coba dan dia sudah percaya dengan dirinya “ aku bisa “
Tangsel, 1 Juni 2017



#level1
#Day1
#Bisa
#Tantangan10hari
#Komunikasiproduktif
#Kuliahbunsayiip

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mastermind & False Celebration

  Assalamualaikum wr wb Jurnal terakhir di Bunda shalihah, saat nya kami melakukan false Selebration dan memaparkan mastermind.  Berikut ini...